Kamis, 24 November 2016

Ribuan Orang di Inggris Tandatangani Petisi Terkait Krisis Rohingya

  Mr Admin       Kamis, 24 November 2016
London – Sebuah kelompok di Inggris dilaporkan telah menyampaikan petisi yang berisi ribuan tanda tangan ke kedutaan Myanmar di London terkait krisis yang menimpa etnis Rohingya.

Burma Campaign UK, nama kelompok tersebut, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyertakan 3.164 tanda tangan terkait petisi yang menyerukan pemerintah Myanmar untuk mengatasi kebencian, menhapus pembatasan bantuan kemanusiaan, mencabut undang-undang 1982 kewarganegaraan dan mendukung upaya PBB untuk melakukan penyelidikan.




Direktur kelompok, Mark Farmaner mengungkapkan keprihatinannya atas tindakan pemerintah Myanmar yang telah menewaskan ratusan etnis Muslim Rohingya melalui operasi militer.

“Sebuah tindakan keras militer di Rohingya sejak serangan terhadap pos penjaga perbatasan pada tanggal 9 Oktober telah menewaskan ratusan Rohingya dan sedikitnya 30.000 pengungsi,” katanya pada Selasa (22/11).

“Pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan telah telah menyebabkan meningkatnya angka kematian dan penderitaan secara signifikan,” tambahnya.

Selanjutnya, dia juga prihatin atas sikap pihak internasional yang tidak mempedulikan etnis Muslim Rohingya yang terus ditekan oleh pemerintah Myanmar.

“Masyarakat internasional terus mendiamkan Rohingya yang terus tertekan di Burma,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya menginginkan adanya perbaikan dan pendekatan yang cocok terhadap etnis Muslim Rohingya yang kini sedang membutuhkan bantuan.

“Situasi hak asasi manusia untuk Rohingya semakin parah, tidak lebih baik, dan sekarang saatnya pendekatan mereka direalisasikan,” ujarnya.

Dalam konteks terkait, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebut desa-desa etnis Rohingya seperti “penjara”. Hal ini dapat dilihat dari gambar satelit di desa Rohingya di Myanmar menunjukkan 820 struktur baru diidentifikasi telah dihancurkan dalam waktu delapan hari.

PBB sendiri menyebut etnis Muslim Rohinya sebagai kelompok minoritas yang paling teraniaya di seluruh dunia. Selama bertahun-tahun, mereka telah melarikan diri dari konflik di Myanmar barat, dan banyak yang menggunakan Thailand sebagai tempat transit untuk masuk ke negara Malaysia dan lainnya.

Reporter: Dio Alifullah
Sumber: rohingyablogger.com dikutip dari Kiblat.net
logoblog

Thanks for reading Ribuan Orang di Inggris Tandatangani Petisi Terkait Krisis Rohingya

Previous
« Prev Post
close

Tidak ada komentar:

Posting Komentar